Powered By Blogger

Laman

Minggu, 23 Agustus 2009

Guru



Membaca puisi memang mengasikkan. Sebelum kalian membaca puisi , kalian harus memahami, menghayati dan menafsirkan puisi sebelum dibaca dinamakan menginterpretasikan puisi. Nah, pada pembelajaran ini kalian akan belajar membaca puisi dan mendiskusikan maknanya. Kalian diharapkan mampumenginterpretasikan puisi melalui gaya bahasa dan pilihan kata dengan kata yang mendukung.


GURU

Pengabdinmu sungguh menyatu

Bersama langkah perjuanganmu

Membasmi orng tak berilmu

Guru...

Ke mana pergi keberkahanmu bersamamu

Engkau sungguh pahlawan bangsa

Bersusah payah bekerja

Mengabdi pada kebesaran rakyat

Mewujudkan jerih payah rakyat

Mendidik tunas kemajuan rakyat

Menjadikan manusia selamat tipu muslihat

Guru...

Pantas engkau menyandang gelar

Karena berbagai gelarengkau yang menggelar

Tapi..., alangkah bodohnya kita yang selalu menghina

Membesarkan kepala, membusungkan dada

Berjalan congkak membohongi otak

Padahal...

Beliau pahlawan rakyat

Dan golongan yang munajat

Menyelamatkan orang-orang sesat

(karya Khoirurrohim)


Puisi dapat diiterpretasikan dengan memperhatikan penggunaan pilihan kata, gaya, bahasa dan kandungan makna. Puisi “Guru” hasil interpretasi ketiga hal tersebut sebagai berikut:

a. pilihan kata bernilai rasa semangat

Ada beberapa penggunaan pilihan kata yang khas. Kekhasan pilihan kata itu dipilih dengan dengan pertimbangan nilai rasa tertentu. Adapun pilihan kata yang khas dengan nilai rasa tertentu itu sebagai berikut.

Susah sedih

Pahlawan rakyat lebih merakyat

b. Gaya bahasa yang dipakai dalam puisi

Selain pilihan kata “Guru” khoirurrohim menggunakan gaya bahasa tertentu.

.

Pintaku

Tuhan

bila boleh memohon

jangan badan diberi sakit

bila boleh meminta

jangan hati menyimpan dendam

dan bila boleh mengiba

jangan batin dihimpit duka

sebab kutahu

jangan lidah dibengkokkan

jika ingin carikejujuran

P. Ratnawati Ishak

Paratis, Maros Sulsel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar