CINTA DIHATI DUL HALIM
| H |
ari itu kamis pagi,Santri santri sebuah pondok pesantren di Kudus bersiap siap untuk mudik alias pulang kampung.Tak terkecuali dengan Jho Club atau geng Jho,Setelah seminggu disibukkan dengan soal soal semesteran yang sulit plus menjengkelkan kini mereka ingin pulang untuk sekedar Refresing karena di pondok juga beraktifitas dengan segudang kegiatan.Jho dengan nama lengkap Joko Triyanto anak seorang juragan buah asal Dawe dan ketiga teman nya masing masing Tho alias Akhfiyanto, Bho alias Bowo mereka berdua berasal dari daerah kaki gunung Muria.dan yang satu lagi seorang yang agak pendiam tapi asyik yaitu Dul begitu teman teman memanggilnya yang bernama lengkap Abdul Halim santri asal Demak.Seperti biasa ketika mau pulang mereka bersiap siap sambil mengecek barang barang yang dibawa pulang.seperti baju celana yang sudah lusuh supaya dapat di setrika di rumah.Liburan kali ini agak panjang yaitu dua minggu,ya cukup untuk sekedar menenangkan diri.
“Bho….. pulang atau ndak…..? “Tanya Tho yang dari tadi sok sibuk.”Ya iyalah pulang,
Setelah tidak begitu lama mereka langsung Sowan ke Ndalem Mbah Yai untuk minta restu kalau mereka mau pulang. Mentari pagi itu memancarkan sinarnya dengan sejuta senyuman ,Tepat jam setengah sembilan mereka mulai meninggalkan pondok menuju ke jalan raya untuk menunggu bus yang mereka tumpangi.Setelah sekian lama menunggu bus tidak lakas datang.”Gimana Tho ko’ busnya gak datang datang apa supirnya ngantuk,pa gak mau uang kali ya….”Bho tidak sabar.”ya kali……. Bho”jawab Tho. Ditengah teriknya sang surya datanglah seorang cewek berbaju pink bermotifkan bunga mawar merah dan berjilbab yang akan melintas di depan mereka .”Eh lihat tu da cewek cuan….tik kayaknya menuju kesini ……”Celoteh Jho yang dari tadi tengak tengok.”Mana ……..mana……….?” Bho penasaran dengan kata kata Jho.”Ya Bho…..arah jam tiga…arah jam tiga….?!”Tho meyakinkan.”Oh ya…..ya….”.Setelah cewek itu melintas di depan mata mereka dengan suara yang merdu cewek itu mengucapkan salam ”Assalamualaikum, mau pada pulang ya mas…..” Dengan mata menatap, mereka bertiga menjawab bersamaan “Waalaikum salam, ya..mbak…mau pulang?”.Tapi Dul hanya senyum kecil sepertinya ada sesuatu yang mengusik hatinya dan memberikan nuansa berbeda ,Sampai sampai bus yang mereka tunggu sudah datang.Jho,Bho dan tho menuju ke arah utara sedangkan Dul kearah selatan.
Sesampainya di rumah mereka pun seperti biasa,SMSan.Mereka juga saling Tanya siapa cewek yang ditemuinya siang itu . Dul senyam senyum sendiri,dia masih teringat cewek yang melintas di depannya tempo hari. sekaligus menanyakan nama cewek yang telah membuat hatinya gelisah tak karuan bak oaring kebakaran jenggot.tapi ternyata teman temannya tidak tahu siapa namanya dan siapa dia.
Hari selalu berganti dan waktu selalu berputar yang tak mungkin dapat kembali,kini mereka pun kembali lagi kepondok untuk meneruskan mengaji,sekolah dan kegiatan kegiatan yang menumpuk segudang.”Gimana Tho kabar ortu kamu di rumah baik baik aja
Kini sekolah mulai masuk,Jho Club bersiap siap berangkat sekolah,seperti biasa sebelum berangkat mereka nongkrong di kantin Pondhok sambil ngopi di pagi hariserasa segar,tapi kali ini Dul nampaknya tidak kelihatan batang hidungnya,Ternyata dia sudah berangkat duluan dari pada teman temannya,kebetulan sekolahnya agak jauh dan melewati jalan dimana dia bertemu dengan cewek pada minggu lalu.Sambil tengak tengok Dul berharap dapat ketemu dan sekedar kanalan “Semoga ketemu……”Dia berharap dalam hati.
Sore hari mereka berkumpul di teras depan pondok untuk mengerjakan PR Matematika,Ditengah asyiknya mikir tiba tiba datanglah cewek dan ternyata cewek yang ditemui mereka minggu lalu.”Assalamualaikum Mas…..ada yang namanya Abdul halim,Dipanggil Abah di halaman rumah”.mereka kaget bukan kepalang ketika melihat cewek ini ,yang terpikir dibenak mereka hanyalah siapa cewek ini,kok bisa disini ?.memang kebetulan Dul Halim adalah santri yang sering disuruh oleh Yai karena dia orang yang lugu dan jujur.Tanpa pikir panjang dan malu malu Dul berdiri seraya berkata “Aku….ada apa….ya…?” Dan dia segera berjalan menuju ke rumah Yai.Dia kaget ketika cewek itu memanggil Yai dengan sebutan Abah dan ternyata Dia putri bungsu Yai yang mondok di luar
By : Al japani Assyimaliyyati

Tidak ada komentar:
Posting Komentar